Listrik Sering Padam Saat Jam Belajar Anak, GSKI Ambon Kritik Kinerja PLN

  • Bagikan
Ketua DPC GSKI Kota Ambon Thobita Cornelia Dias, S.Pd, M.Pd

JEJAKNEWS.ID,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Kota Ambon mengkritisi kinerja PT. PLN (Persero) UP3 Wilayah Maluku lantaran sering memadamkan listrik saat jam belajar anak yang masih belajar daring atau online dimasa Pandmi Covid-19.

Kritikan tersebut disampaikan Ketua DPC GSKI Kota Ambon Thobita Cornelia Dias, S.Pd, M.Pd seiring kenyataan beberapa minggu terakhir PT. PLN (Persero) UP3 Wilayah Maluku sering memadamkan listrik saat jam belajar anak. Hal itu tentu berdampak buruk bagi proses belajar anak dalam berbagai tingkatan yang membutuhkan jaringan listrik tetap menyala ketika jalani belajar daring.

Dias pun mengajukan protes dan kritik keras kepada perusahaan milik negara yang diberi kewenangan penuh mengurusi kelistrikan di tanah air itu.

Dias menilai, PLN tidak komitmen dan konsisten membantu pemerintah didunia pendidikan, atas tindakan memadamkan lampu saat jam belajar anak yang berakibat banyaknya siswa dan mahasiswa yang tidak dapat melakukan pembelajaran dengan baik.

“PLN mestinya peduli dengan pendidikan anak bangsa. Karena itu pemadaman listrik pada jam-jam belajar anak harusnya tidak terjadi,” sesal Dias saat menghubungi media ini, Sabtu (7/8/21).

PLN kata Dias, seharusnya mengambil langkah dan mengatur strategi pemadaman listrik diwaktu lain sehingga seluruh proses pembelajaran anak pada jam jam belajar tetap lancar.

“Susahnya dimana?, PLN ini kan BUMN besar, tinggal diatur teknisnya. Sumberdaya manusia dan sarana prasarana tersebar dipenjuru Indonesia termasuk Maluku. Maka kalau listrik sering padam itu pertanda ada yang tidak beres di internal,” tegasnya.

Jikalau mungkin alasannya pemeliharaan, bagi Dias itu merupakan hal klasik yang sudah jadi usang oleh PLN setiap kali. Tak hanya PLN, Telkom pun demikian karena tentang jaringan internet guna memperlancar proses belajar daring. Peran keduanya sangat strategis dengan motode online.

“Belajar online membutuhkan partisipasi guru, orang tua. Tapi peran vital ada di PLN dan Telkom. Keterlibatan keduanya agar seluruh proses pembelajaran daring dapat berjalan lancar sehingga akan berdampak baik bagi pengembangan pendidikan anak bangsa terutama di Maluku,” harapnya.

Akibat sering padamnya listrik ketika belajar daring, sambungnya, orang tua, guru, siswa dan mahasiswa mengeluh karena proses pembelajaran yang sedang berjalan terganggu. Bahkan ada yang tidak dapat mengikuti dari awal hingga selesai.

Sebab itu, Dias harapkan pihak PLN agar turut konsern dan membantu dunia pendidikan di Maluku disaat pandemic Covid 19 saat ini. Dimana aktifitas belajar mengajar secara langsung tidak dapat dilaksanakan sehingga belajar daring menjadi solusi.

“Pendidikan salah satu sektor yang terkena dampak langsung Pandemi Covid-19. Maka mari bersama kita bersatu kembangkan pendidikan di kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya menjadi lebih baik. Jika kita tidak peduli, sudah tentu akan berdampak bagi anak-anak kita saat ini dimasa akan datang,” pungkasnya. (**)

  • Bagikan