Tandatangani MOU Bersama KPUD, Ketua TP- PKK Maluku Ajak Perempuan Sadar Pemilu

  • Bagikan
Foto : Ketua TP- PKK Maluku, Widya Prawiti Murad bersama Ketua KPUD Provinsi Maluku saat penandatangan MOU di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (4/08/2021).

JEJAKNEWS.ID,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku menandatangani nota kesepahaman tentang Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Basis Keluarga Perempuan Sadar Pemilu Secara Serentak di Seluruh Provinsi Maluku, pada rabu Pagi (4/08/2021) di lantai 7 kantor Gubernur Maluku.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi antara KPU Provinsi Maluku dan Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, dan dilanjutkan dengan koordinasi KPU Kabupaten/Kota, dengan Ketua Tim Penggerak PKK di 11 Kabupaten/Kota.

“Tentu saja kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi PKK dalam pengembangan demokrasi pemilu dan pemilihan kepala daerah di Indonesia, terutama dalam meningkatkan pendidikan dan kesadaran politik demokrasi dan pemilu bagi basis keluarga perempuan di daerah ini menjelang dan menyongsong pemilu dan pemilihan kepala daerah di tahun 2024,” Jelas Ketua TP- PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad dalam sambutannya.

Lanjut Widya, Sebagai Wadah Kesejahtraan Keluarga, Tim Penggerak PKK membawahi 9 tim penggerak PKK ditingkat Kabupaten dan 2 tim penggerak PKK tingkat kota. Dibawahnya terdapat 118 Tim Penggerak PKK tingakt kecamatan, 35 tim PKK tingkat Kelurahan dan 1200 tim penggerak PKK tingkat desa. Selain itu , ditahun 2020 tim berdasarkan hasil sensus penduduk jumlah pendudukan perempuan sebanyak 912, 44 ribu atau sebanyak 49,35%.

“Tim penggerak PKK dikelola dan digerakan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh istri pimpinan daerah (Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa/ Lurah), secara fungsional, namun demikian peran PKK dalam isu Pemilu/Pemilihan dan demokrasi belum banyak dilibatkan, mungkin karena orang menganggap PKK berada dalam urusan inti yang berhubungan dengan keluarga, perempuan,Ibu dan anak,” bebernya.

Kata Widya , hal itu tidak keliru , namun perlu diketahui sesuai data KPU sebagai Penyelenggara Pemilu ditahun 2018 sebanyak 1.189,201 pemilih dan terdapat 604.155 pemilih atau 50.80% dari Perempuan khusus di Maluku.

Untuk itu Ia berharap, dengan terjalinnya nota kesepahaman antara PKK Provinsi Maluku dan KPU Provinsi Maluku , akan ikut meningkatkan partisipasi perempuan dalam Pemilu dan Pemilihan.

“Sebagai Pemilih terbesar, suara perempuan akan ikut menentukan masa depan bangsa melalui penggunaan hak pilihnya dalam memilih pimpinannya melalui pemilihan Presiden, DPR/DPRD, DPD dan Pemilihan Kepala Daerah Serentak di tahun 2024.” Tandas Widya.

 

(J-02)

  • Bagikan